HAL YANG KECIL YANG BERISI HAL-HAL YANG BESAR

I Life for now and tomorrow cause Yesterday just history :D

Sabtu, 24 Maret 2012

PRAKTIKUM DESAIN BENTUK SEDIAAN OBAT 2

PREFORMULASI PEMBUATAN TABLET AMINOPHYLLINE DENGAN METODE GRANULASI BASAH
A.      TUJUAN
a.       Mampu melakukan percobaan pembuatan tablet dengan metode granulasi basah
b.      Mampu melakukan evaluasi disolusi pada tablet Aminophylline yang telah dibuat
B.       SPESIFIKASI PRODUK
1.      Nama produk             : Aminaphyl ®
2.      Kandungan zat aktif  : Aminophylline
3.      Bentuk sediaan          : Tablet
4.      Kekuatan sediaan       : 90 mg/200mg
5.      Jenis kemasan : Strip


C.      KAJIAN FORMULA
1.      Formula Standar
Material Name
Quantity/1000 tab (g)
Aminophylline, hydrous powder (Knoll)
90
Potato strach
80
Kollidon VA 64
3
Kollidon VA 64
3
Water
30
Magnesium Stearat
1
Talcum
4
 (1).
2.      Formula Modifikasi
Scale (mg/tab)
Item
Material Name
Quantity/1000 tab (g)
90
1
Aminophylline
90
78
2
Laktosa
78
10
3
Primojel
10
6
4
PVP
6
8
5
Talcum
8
8
6
Magnesium Stearat
8
qs
7
Aquadest
qs


D.    ALAT DAN BAHAN

Bahan
-          Aminophylline
-          Primojel
-          PVP
-          Magnesium stearat
-          Talcum
-          Lactosa
-          Aquadest


Alat
-          Alat timbang
-          Cawan Porselin
-          Mortir-Stemper
-          Labu ukur 100 ml dan 10 ml
-          Pipet Tetes
-          Pipet Hisap
-          Spatula
-          Gelas Beaker
-          Spektrofotometri

                FUNGSI DAN ALASAN PEMILIHAN BAHAN
      1.  Aminophylline                             
Fungsi : zat aktif
Alasan :  karena dosisnya
besar, kompresibilitas dan sifat alirnya rendah sehingga cocok dibuat tablet dengan metode granulasi basah (2)
2.      Laktosa
Fungsi : filler
Alasan : dapat mengalami deformasi yang plastis didalam pencetakan sehingga penggunaannya sebagai bahan pengisi tablet sangat menguntungkan, sifat alir yang baik, serta tidak bereaksi dengan hamper semua bahan obat baik yang digunakan dalam bentuk hidrat maupun anhidrat (3).
      3.      Primojel
Fungsi : disintegrant
Alasan : merupakan low subtitued carboxymethyl starch yang mempunyai sifat-sifat disintegrant yang baik yang daya mengembangnya hingga 200-300 kali. sering digunakan karena kemampuannya bagus, biasa digunakan untuk formulasi oral, nontoxic dan nonirritant (3).
4.      PVP
Fungsi: binder
Alasan : merupakan bahan yang sangat cocok untuk granulasi basah. Selain itu inert, dapat larut dalam air dan alkohol serta memiliki fungsi meningkatkan kekuatan dari zat aktif (3).
5.      Talcum
Fungsi : glidan
Alasan : daya antiadheran talcum terbaik sehingga sering digunakan dalam pembuatan tablet yang dikombinasikan dengan bahan pelincir lainnya untuk memperbaiki sifat alir tablet dimana talcum memiliki daya lubrikan yang kurang baik (3).
6.      Magnesium stearat
Fungsi : lubrikan
Alasan : mempengaruhi sifat fisik campuran bahan baku dan tablet. Magnesium stearat sebagai bahan pelicin mempunyai sifat hidrofob dan bisa mempengaruhi sifat-sifat tablet seperti keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur (3).
7.      Aquadest
Fungsi : Pelarut (solvent) dan pembasah
Alasan : Relatif aman bagi tubuh dan untuk melarutkan aminophylline yang mudah larut dalam air(4).

F.     SIFAT FISIKOKIMIA ZAT AKTIF DAN EKSIPIEN
1.      Aminophylline

             a. Sinonim                : Theophylline-ethylenediamine
b.      Rumus Molekul    : C16H24N10O4



c.       Deskripsi              : Serbuk putih atau sedikit kekuningan, terkadang berbentuk kasar
d.       Kelarutan            : mudah larut dalam air (larutan menjadi keruh melalui penyerapan karbon dioksida), praktis tidak larut dalam etanol.
e.       Penyimpanan       : Simpan dalam wadah kedap udara, terlindung dari cahaya (2).


2.      Laktosa (40-50 %)
a.       Sinonim                : Saccharum lactis
b.      Rumus Molekul    : C12H22O11
c.       Deskripsi             : serbuk/Kristal putih atau hampir putih, tidak berbau dan sedikit manis
d.      Kelarutan             : larut dalam air, sedikit larut dalam etanol (95%) dan eter
e.       Berat Jenis            : 1,589 g/cm3
f.       Titik lebur/leleh    : 232o C
g.      Incompatibilities  : inkompatibel dengan oksidator kuat
h.      Penyimpanan       : dalam wadah tertutup rapat, pada tempat yang sejuk dan kering(3).

3.      Primojel (2-8%)
a.       Sinonim               : sodium starch glycolate
b.      Rumus Molekul   :


c.        Deskripsi             : berwarna putih, mengalir dengan bebas dan serbuk sangat higroskopik
d.      Kelarutan             : praktis tidak larut dalan metilen klorida
e.       pH                       : 3,0-5,0
f.       Berat jenis           : 0,81 g/cm3
g.      Titik lebur/leleh   : tidak leleh, tapi chars pada 200o C
h.      Incompatibities    : inkompatibel dengan asam askorbat
i.        Penyimpanan       : dalam wadah tertutup rapat agar terlindung dari humiditas dan suhu yang bervariasi yang dapat menyebabkan caking(3).


4.      PVP (0,5-5%)
a.       Sinonim                : Kollidon ; Plasdone
b.      Rumus Molekul    : (C6H9NO)n
c.       Deskripsi             : serbuk putih atau putih krim, higroskopis, tidak berbau atau hampir tidak berbau
d.      Kelarutan             : larut dalam asam, klorofom, etanol(95%), keton, methanol, dan air ; praktis tidak larut dalam eter, hidrokarbon, dan minyak mineral
e.       pH                                    : 4.0 -7.0
f.       Berat Jenis            : 1,180 g/cm3
g.      Titik lebur/leleh    : 150oC
h.      Incompatibilities  : kompatibel dalam larutan anorganik garam, resin alami dan sintetik, dan bahan kimia lainnya.
i.        Penyimpanan       : dalam wadah tertutup rapat, pada tempat yang sejuk dan kering (3).

5.      Magnesium Stearat (0,25%-5,0%)
a.       Sinonim                : stearic acid, magnesii stearas
b.      Rumus Molekul    : C36H70MgO4
c.       Deskripsi : sangat halus, putih terang, berbau asam stearat dan rasa yang khas
d.      Kelarutan : praktis tidak larut dalam etanol, etanol (95%), eter dan air; sedikit larut dalam benzene hangat dan etanol hangat (95%)
e.       pH                                    : -
f.       Berat Jenis            : 0,159 g/cm3
g.      Titik lebur/leleh    : 117-150oC
h.      Incompatibilities  : inkompatibel dengan asam kuat, basa dan garam besi. Tidak tercampur dengan bahan oksidator. Tidak bisa digunakan dalam produk yang mengandung aspirin, beberapa vitamin, dan kebanyakan garam alkaloidal.
i.        Penyimpanan        : dalam wadah tertutup rapat, pada tempat yang sejuk dan kering (3).


6.      Talcum (1-10%)
a.       Sinonim                : Talc
b.      Rumus Molekul    : Mg6(Si2O5)4(OH)4
c.       Deskripsi             : sangat halus, putih atau putih keabu-abuan, tidak berbau, serbuk kristal
d.      Kelarutan             : praktis tidak larut dalam larutan asam dan basa, pelarut organik dan air.
e.       pH                                    : 7-10 untuk 20% w/v larutan dispersi
f.       Berat Jenis            : -
g.      Titik lebur/leleh    : -
h.      Incompatibilities  : inkompatibel dengan senyawa ammonium kuarterner
i.        Penyimpanan       : dalam wadah tertutup rapat, pada tempat yang sejuk dan kering (3).

7.      Aquadest
a.       Sinonim                      : Purified water
b.      Rumus Molekul          : H2O
c.       Deskripsi                    : Cair, jernih, tidak berbau, tidak berasa
d.      Kelarutan                   : Tidak larut dalam minyak, eter dan kloroform
e.       PH                              : 5-7
f.       BJ                               : 1
g.      Penyimpanan              : dalam wadah tertutup rapat (4).

G.    PERHITUNGAN DAN PENIMBANGAN
Perhitungan :
            Kandungan Aminophylline per tablet : 90 mg
            Bobot tablet                                        : 200 mg
            Jumlah tablet yang dibuat                   : 1000 tablet
            Fase dalam ( 92% )
            Total fase dalam untuk 1000 tablet    : 184 g
            Aminophilin                                        : 90 g
            PVP                 3% X 184                    : 5,52 g
            Primojel           5%X 184                     : 9,2 g
            Lactosa( 184 – ( 90 + 5,52 + 9,2))      : 121,6 g
            Diperoleh granul 179 g, kandungan lembab 3 %
            Jadi dalam 179 g granul yang diperoleh mengandung naproxen sejumlah :
                        179184  x 90 gram = 87,5 gram
            Jumlah tablet yang dibuat = (  87,5 / 0.090 g ) = 972,22 tablet
            Bobot tablet    =  10092×179 gram972,22 tablet  = 0,200 g = 200 mg
            Fase luar ( 8% )
            Mg stearat       : 4/ 92 x 179 = 7,78 g
            Talcum            : 4/ 92 x 179 = 7,78 g
            Jumlah = 15,56 g



H.    CARA KERJA

Ditimbang zat aktif dan eksipien

Dicampur Aminophylline dan Laktosa

Campuran serbuk yang telah melalui tahap pencampuran dibasahi dengan larutan bahan pengikat sedikit demi sedikit hingga homogen
 
Granulasi

Pengayakan masa basah
 
Dilakukan pengeringan (drying) dengan suhu 50-60oC
 
Pengayakan massa kering, granul yang telah dikeringkan kembali diayak dengan mesh yang lebih besar

Lubrikasi, granul dicampur bahan-bahan lain PVP, primojel, talc, mg stearat hingga
homogen

                                                 Compression, tablet siap dicetak

I.       EVALUASI SEDIAAN
1.      Evaluasi serbuk
a.       Sifat alir serbuk
b.      Volume mampat
c.       Carrs Indeks (CI)
d.      Rasio Hausner
e.       Penentuan kadar air granul

2.      Evaluasi kualitas tablet
a.       Organoleptik : rupa, bau, rasa
b.      Keseragaman ukuran : perbandingan diameter dan tebal
c.       Keseragaman bobot
d.      Kekerasan
e.       Friabilitas
f.       Keseragaman kandungan
g.      Waktu hancur
h.      Disolusi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar