Surat cinta?
Pernah kah kalian menerima surat cinta?
Aku pernah, kalian pasti juga pernah.
Saat itu aku menerima surat cinta setidak nya dua kali dalam
setahun, setiap tanggal 23 di bulan desember, tanggal dan bulan kelahiran ku
atau setiap tanggal 11 di bulan januari, entah apa yang pernah terjadi di 11
januari, aku sudah lupa, judul lagu mungkin, eemm entah.
Surat cinta yang pernah aku terima, hanya dari satu orang
yang sama. Bukan orang pertama yang pernah mengisi hati dan hari ku, tapi dia
adalah orang pertama yang memberikan ku surat cinta.
Surat cinta yang pernah aku terima menyiratkan banyak cerita
tentang masa lalu, aku menyebutnya “kenangan”. Kenangan dengan banyak rasa yang
tidak semua rasanya “lezat” dilidah ku. Ada kalanya surat cinta itu memberikan
ku rasa cokelat, sementara aku jauh lebih menyukai keju. Ada kalanya surat
cinta itu memberikan ku rasa strawbery, rasa yang memang aku suka karena
aromanya serta manis dan kecutnya. Surat cinta yang aku terima juga pernah
terasa seperti puding strawberry yang diatasnya dituangi lelehan cokelat dan
diberi parutan keju dipinggirannya. Begitulah, surat cinta yang pernah aku
terima, berisi kenangan dengan banyak rasa. Rasa yang aku suka, rasa yang tidak
aku suka bahkan kombinasi dari rasa yang aku suka dan rasa yang tidak aku suka.
Tahun demi tahun, aku selalu menerima surat cinta itu
disetiap tanggal-tanggal itu, selalu dengan banyak rasa. Karena bagi ku,
menerima surat cinta itu seperti menikmati puding strawberry dengan cokelat dan
keju. Kata-kata cinta yang aku suka bercampur dengan kalimat-kalimat janji yang
selalu dia tulis tanpa pernah aku pinta karena aku tidak begitu menyukai
kalimat-kalimat janjinya, janji yang suatu saat hanya akan menjadi harapan
palsu ketika dia tidak ditakdirkan untuk ku.
Tidak hanya strawberry, cokelat atau keju, surat cinta yang
aku terima memiliki lebih dari 3 rasa itu, ada sangat banyak rasa dan tetap
dengan rasa yang aku suka dan yang tidak aku suka. Entah sejak kapan, setiap
tanggal-tanggal itu, aku selalu menunggu surat cinta ku, penasaran dengan rasa
apa yang akan kunikmati kali ini, rasa yang aku suka kah?
Ya, aku selalu menunggu dan penasaran dengan rasa yang
akan kuterima. Sampai suatu hari, aku tau aku tidak akan pernah menerima surat
cinta itu lagi dari dia, orang pertama yang memberikan ku surat cinta........
(surat cinta terakhir yang aku terima, tetap dengan banyak rasa, masih dengan
kombinasi rasa yang aku suka dan rasa yang aku tidak suka J)


